Rabu, 03 Juli 2013

Review Materi 12

Review Materi 12
“Delivering Knowledge Via Social Media”(Yunus Bani)
Fakta di Indonesia
Pengguna FB: 54jt
User twitter: 25jt
Internet: 70jt
BB: 9t
Android: 3jt

Tips membuat blog
Buat blog harus menggunakan bahasa yang dpat dibaca oleh googlebot (mesin pembaca)
Konsisten
Memuat informasi yang sederhana
Jangan malu-malu

Untuk membangun brand di internat tidak bisa instan, tapi harus konsisten
Kenapa harus sosial media?
No boundaries
No distance
No time limit

Tips supaya banyak follow
Jadilah orang baik
Jadilah orang jahat
Jadilah orang yang bukan diri sendiri
Sosial media
Media yang memungkinkan anda melakukan aktivitas sosial
Blog
Facebook
Twitter
Youtube
linkedIn
google plus
instagram/path/pinterest
forum
yahoo!Groups

blog
blogspot
wordpress

website itu properti (isi), blog itu rumah, blog itu ruko, blog itu gudang (tempat)
menulislah untuk mereka (orang lain)

Great blogs are
content (isi warung)
traffic  (pengunjung)
design (bentuk warung)
manajemen blog
ide – tulis – bagikan – evaluasi
branding
mulailah nulis di blog
mengenalkan diri sendiri, siapa anda?
menjelaskan yang ini dan yang itu
tweetmu harimaumu
usahakan menulis 1 artikel/hari

Persepsi ada di komunikan...jadi kalau ada salah faham yang salah adalah yang memberi informasi...
Bad news is good news...
Menaklukkan google (ketika tulisan kita dibaca orang)
Keyword: sugestion, membuat judul yang dicari orang
Konten
Optimasi

Untuk dpat membuat judul dan ide di blog, cari masalah yang banyak
Jangan terpokus untuk menyelesaikan masalah dalam satu artikel...
Gunakan bahasa yang sederhana (caseflow)
Google friendly blog
Trends
Keyword-minded atau advertising minded
Informative
Fresh (harus baru)
Update (rutin)
Share sosial media
Facebook, twitter, youtube, linkedia, mailing list, forums, pinterest

out bond (review materi 16)

Review Materi 16 
OUTBOND KEPEMIMPINAN

Awalnya jengkel juga lihat instruktur outbond yang ngomong terus, sambil sesekali teriakan yel-yel. Bukannya mengajak peserta outbond LPDP ke lapangan dan mengadakan permainan, eh malah memberikan nasihat dan celoteh sana-sini nggak jelas. Dengan logat "bataknya", instruktur menanyakan kesiapan anggota, mulai dari peralatan, fisik, sampai ke mental. Setelah kita menyepakati untuk menunjuk salah satu perwakilan dari peserta, maka perwakilan tersebut memberikan bentuk tampilan yel-yel, are you ready, dijawab oleh peserta “yes” sambil mengangkat tangan masing-masing. Peserta kemudian dibawa dan diarahkan ke tengah lapangan membentuk lingkaran besar.
Di dalam kelompok besar tersebut, peserta diminta untuk menghadap ke punggung peserta lainnya, sambil pijitan, semua peserta tampak menikmati pijitan demi pijitan. Walaupun, ada yang cukup mahir, ada pula yang asal-asalannya. Kegiatan pijit-memijit ini adalah bagian awal sebelum memulai rentetan games lainya.
Games yang pertama adalah bagaimana cara agar peserta bisa menangkap jari telunjuk temannya yang sebelah kanan, dan melepaskan jari telunjuknya sendiri dari tangkapan temannya yang sebelah kiri. Kegiatan ini memiliki makna, bahwa seorang pemimpin harus bisa membaca masalah dan menjawab tantangan. Games ini hanya sebagai cara instruktur untuk memilih dan memilah peserta menjadi ke dalam kelompok-kelompok. 
Bagi yang tidak bisa melaksanakan games tersebut, peserta di kumpulkan di dalam lingkaran besar. Di dalamnya peserta diminta untuk  melempar sepatu ke depan peserta, banyak peserta yang melakukannya dengan melempar sepatu, sehingga banyak peserta lain di depannya terkena lemparan sepatu. Gamaes ini memberikan pelajaran bagaiman mencapai target atau tujuan.
Kelompok kami (kelompok 3) bergegas ke panitia yang menangani permainan memindahkan bola dari satu kotak ke kotak lainnya. Dalam permainan ini, kami mengakui keunggulan kelompok 4 sebagai kelompok saingnya.  Skor bola yang bisa kami pindahkan adalah 6 bola, sedangkan kelompok 4 sejumlah 7 bola. Karena selisihnya 1 ola inilah, yang membuat kelompok kami bertekad untuk memenangkan lomba.
Kelompok kami menuju spiderweb. Dalam permainan ini, panitia telah menerangkan beberapa ketentuan tentang bagaimana cara menaklukkan tantangan ini. penjelasannya cukup jelas, sehingga kami langsung maju satu persatu menginjakkan kaki satu kotak per kota secara bergiliran. Dengan kekompakkan dan semangat kemenangan, terbukti kelompok kami dapat menaklukkan kelompok 4 untuk kali ini, bukan saja kelompok kami yang pertama menemukan teka-teki kotak tersebut, tapi kelompok kami pula yang dapat menyeberangkan seluruh peserta melintasi tantangan tersebut.
Demikianlah games yang bisa dilewati, secara singkat sesungguhnya ada nilai manajemen dan kepemimpinan yang sangat besar. Di dalam permainan mencari sedotan, ia memberikan nilai bagaiman seseorang dapat menyatukan hati dan jiwa dalam melaksanakan tugas untuk mencapai target. Di dalam permainan menurunkan pipa (paralon), kami mendapatkan nilai yang sangat besar yaitu kekompakkan, kerjasama dan kepercayaan. Di dalam permainan memindahkan gelang, kami mendapatkan nilai yang luar biasa yaitu kerja keras, disiplin dan pantang menyerah. Jadi, pada setiap gamesnya, panitia dengan sengaja mengajarkan kepada peserta untuk menjadi peserta yang nasionalisme, dan pemimpin yang berkarakter yang dibuktikan dengan penyalaan obor oleh semua kelompok, ditandai dengan berkibarnya bunner “ingat kita indonesia”, ya kemanapun kaki ini dipijak, kita harus pulang kembali ke indonesia,.

Selasa, 02 Juli 2013

transformational leader (materi 15)

Review 15
“Menyiapkan diri menjadi transformational leader”(Sudirman Said)

Landasan pemikiran kepadatan jumlah penduduk, sehingga membutuhkan pemimpin.
What is leadership? Leadership is the art of getting some one else to do something you want done because he wants to do it, A leader is a dealer ini hope, dan The very essence of leadership is that you have to have a vision.
 
Kepemimpinan sejati adalah...
Kepemimpinan memiliki karakteristik sikap dan perilaku, diikuti karena pengaruh, lingkungan respek dan hormat, didasari kharisma dan kompetensi, kekutan personal, leader, change, leading people, long term, sets direction, personal charism, passion, dan give. Berlawanan dengan orang yang mencari kedudukan, kekuasaan, patah dan takut, intruksi dan tekanan, posisi dan warisan, manager, stability, manajing were, short-term, plan detail, formal authority, control, dan take.
 
Leadership mith
Leadership containts leadership is rare skill, leaders are born not made, leaders are charismatic, leadership exists only at the top, once you get a little ou do not have tobe a leader.
Leadership trait and skills
 
Trait, adobtable to situation, alert to social environment, ambitious, assertive, decisive, depenable, dominant, persistent, self confident, and willing to assism responsibility. Sangat berlawanan dengan clever, conceptually skill, creative, diplomatic and tachtful, fluent in speaking, koledge about group, organized, persuasive, and socially skilled.
 
Power base
Positional power: legitimate power, reward power, conneciton power, and coercive power. Personal power: expertise power, information power, and reperance power.
Managarial skill
Ideological leadership – political leadership – managerial leadership.
Transformational leadership
Transformational leadership serves to change by articulating to followers the problem in the current system and a compelling vision of what new generation.

Transformatioinal leadership philosophy
Leadership being a life long, every man has some leadership potensial, not two people expres leadership in the same way, and environment that is democratic and free ensure sustainable leadership developement for all.
 
Transactional leader is Exchange benefit, reward and punishment, lyalty, obligation, managing brain to achieve target skill, and knowledge. Transformational leader is sharing vision, instrinsic motivation, respect, inspiratio, touchig the hearth, to go be yond the targets, ethnical aspiration, leader is made and born.
Leadership and followership. Pemimpin harus visonable. Analogi; membangun tembok dan membangun piramida.


Personal Branding & I-Branding

Review Materi 14
“Personal Branding”(Amalia E. Maulana, Ph.D)
Brand assosiation berarti penilaian-penilaian orang terhadap diri seseorang. Apabila orang lain diminta untuk mendeskripsikan anda dalam satu kalaimat saja, apa yang akan mereka katakan? Untuk mengetahui branding, kita tidak bisa menanyakan secara langsung, tapi menggunakan cara-cara seperti lewat solmet (teman dekat). Apakah ada mis match antara your view VS their views? Jika ada, maka pekerjaan personal branding harus segera dimulai.
Personal branding? Not for me
Mispersepsi I; personal branding itu selebriti, untuk tokoh masyarakat, untuk CEO perusahaan, not for me. Mispersepsi II; personal branding itu sama dengan pencitraan. Dan pencitraan itu negatif. Apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kenyataan. Not for me. Mispersepsi III. Personal branding itu bersikap menjadi orang lain. Bukan menjadi diri sendiri. Saya tidak bisa menjadi orang lain. Itu pembohongan. Not for me. Personal brand; tokoh, dan selebriti. Ada istilah baru I-brand; individu. Perbedaannya ada di audiennya (stakeholder). Kita wajib menentukan audiens kita.
Strong brand
Untuk mendapatkan strong brand kita harus mencari, membeli, dan membeli lagi diulang-ulang (dibeli lagi). Tahu belum tentu kenal. Kenal belum tentu cinta. Cinta belum tentu memiliki. Memeiliki belum tentu sayang.
Brand ambassador is one thing as strong brand. Brand transactional is like Agnes M. karena ia mendapatkan bayaran dari branding sesutu. Ciri strong brand adalah apabila terjadi kesalahan, tapi ada yang membela. Strong brand tidak hanya top mine, tetapi juga diingat, diulang dan dibela. Yang penting lagi tahan uji. Untuk mencapai I-Brand tidak usah gambling, tapi lakukan saja sesuatu yang baik dan pasti sampai. Gambling untuk mendapatkan jackpot. Strong branding bisa terbaca dari gambar, nama, produk, tahan uji, dan izin tuhan. sebuah perusahaan harus mampu menerjemahkan ulang produknya.
Branding diri adalah impresi yang muncul di benak stakeholder. Akumulasi dari apa saja yang dilakukan, dibicarakan. Brand mate: menggunakan anlogi pertemanan diawali dari just friend menuju best friend. Branding not just logo, advertising, not just tgline (slogan), not just event, not just promotion.
Cara mengukur brand seseorang dapat menggunakan standar kenal/hwo are you?  (Low/High), faham/what are you? (Low/High), interaksi what about you? (Low/High), dan relationship/what about you and me? (Low/High).