Selasa, 17 Desember 2013

the true of KIAMAT







Kejadian  Tak Terdeteksi
Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang lalu banyak mengundang diskusi sekitar kiamat, kejadian tersebut orang menyebutnya The Day after Tomorrow saking dahsyatnya kejadian tersebut. Bagi ummat Islam hal tersebut memacu untuk menggali ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan kiamat. Membayangkan bagaimana kejadian yang dilami pada saat para Nabi terdahulu yang kaumnya di azab karena kekafiran mereka. Kemudian mempelajari cirri-ciri azab yang terjadi. Biasanya diawali dengan pengingkaran terhadap seruan para Nabi, lalu para Nabi tersebut memberikan peringatan tertang akan adanya kehancuran sebagai balasan atas keingkaran mereka.
Pada umumnya para nabi menyeru untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan dan penyimpangan terhadap norma dan susila. Penolakan terhadap seruan tersebut diancam dengan “peringatan akan datangnya suatu kejadian yang mengejutkan serta secara tiba-tiba.” Peringatan dini yang berupa peralatan seperti yang dibuat manusia modern dewasa ini tidak dijadikan “proyek” penanggulangan ancaman tesebut. Karena memang diantara ciri utama kejadian tersebut adalah tak dapat dideteksi “kapan dan di mana” itu akan terjadi. Gempa yang menimpa Yogyakarta merupakan bukti ketidak mampuan manusia dalam mendeteksi waktu kejadian yang dijanjikan tersebut. Saat itu yang dinyatakan siaga adalah Gunung Merapi, namun yang terjadi gempa dari laut; gunung yang diwaspadai justru bencana muncul dari perairan laut, itulah kenyataan.
Para nabi menawarkan seruan mereka sebagai “peringatan dini,” persiapan menghadapinya hanya dilakukan oleh orang-orang yang soleh pengikut para nabi. Persiapan ruhaniah dengan menyambut kedatangan dan seruan para nabi itu yang merupakan bekal awal, lalu secara fisik persiapan juga dilakukan atas bimbingan wahyu sebagaimana yang dilakukan Nuh AS saat diperintahkan membuat “bahtera keselamatan” yang dipandang menggelikan oleh kaumnya, namun secara dramatis mampu menyelamatkan Nuh AS dan para pengikutnya.
Mengomunikasikan kiamat serta kejadian yang mengejutkan dan menghancurkan lainnya merupakan missi para nabi hingga nabi Muhammad SAW. Seruan kepada tauhid, ketaatan akan perintah Allah SWT serta meninggalkan kemusyrikan dan kemaksiatan merupakan alasan kuat untuk melakukan persiapan-persiapan dalam menghadapi kepastian akan datangnya “hari” dan “saat” tersebut –kiamat; -red-. Bahasa al-Qur’an tidak menyebutnya dengan kata “bencana alam” seperti bahasa yang kita dengar dan kita baca sekarang. Tapi menyebutnya al-saa’ah, al-yaum yang mengisyaratkan betapa cepat dalam hitungan detik dan menit ataupun hari.
Dewasa ini berbagai kejadian tersebut bukan saja “terberitakan” tapi “tersaksikan” dan menjadi semacam tontonan yang menyajikan kengerian dan kekhawatiran sebagaimana yang disajikan dalam tayangan disaster-tainment, namun lagi-lagi bukan dipahami sebagai peringatan dan diambil pelajaran untuk lebih “berbenar” meminjam istilah Ebiet G. Ade. Visualisasi berbagai kejadian tersebut mestinya dijadikan alat untuk muhasabah mengevaluasi keimanan dan perilaku kita.
Inisiatif penulis The True of Kiamat untuk menyajikan kiamat sebagai berita besar yang dibawa para nabi dan Rasulullah SAW merupakan kerjra keras untuk meneruskan berita tersebut kepada ummat manusia. Memilih al-Qur’an dan beberapa tafsir sebagai rujukan utama merupakan tindakan bijak untuk menjawab kebutuhan ummat akan informasi tentang kiamat.
Ketika membaca buku ini yang paling menarik bagi saya saat penulis memaparkan kejadian yang dialami ummat manusia dalam beberapa kurun lampau dengan ikon nabi-nabi terntentu. Informasi ini sangat penting untuk diketahui sehingga bisa menjadi mizan qiyasi (perbandingan) untuk melihat kejadian yang serta merta terjadi dewasa ini, atau kejadian berproses seperti tenggelamnya perkampungan di Sidoarjo. Selain itu upaya klasifikasi kimat juga tak kalah menariknya, hal itu dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang kiamat.
Buku ini menjawab berbagai pertanyaan yang saya ajukan sejak kejadian tsunami Aceh 2004 yang lalu serta memberikan pencerahan tersendiri bagi pembacanya, terlebih saat penulisnya memberikan arah antisipasi kiamat yang seakan menjadi obat penawar kegundahan, hinga buku ini terasa lengkap. Dari sudut metodologi pembahasannya buku ini terlihat seperti tafsir tematik (tafsir maudlu’i) dengan pendekatan tafsir bil-ma’tsuur lebih dominan, hingga mampu memberi ruang kepada pembaca untuk mengembangkan pemahamannya.

                                                            Al-Ikhlash, Saturday, May 01, 2010
                                                                       

                                                                        DR. M. Tata Taufik, MA

Hirah.SoalUASSPII.STAIC



Soal UAS Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (SPII)
Syarat jawaban: 1) Mulailah dengan do’a. 2) Jelaskan berdasarkan PENGETAHUAN (ilmu) dan WAWASAN anda!
1.        Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan SANTRI dan PESANTREN?
2.        Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan KYAI dan SERTIFIKASI KYAI?
3.        Menurut Anda, apa kelebihan dan kekurangan pesantren SALAFIYAH?
4.        Menurut Anda, apa dan kenapa ada hukum KARMA? Kenapa Anda mempercayai itu?
5.        Menurut Anda, kenapa terjadi TAWURAN? Apa dan siapa yang perlu DIEVALUASI?
6.        Menurut Anda, apakah kasus “syahwat pejabat” dapat merusak program sosialisasi kurikulum BERKARAKTER? Kenapa kasus itu menjadi booming?
7.        Menurut Anda, kenapa pendidikan Islam bisa diterima di beberapa kerajaan di Indonesia?
8.        Menurut Anda, kenapa Belanda dan Jepang memberikan keleluasaan kepada KITA untuk mengadakan pendidikan Islam di Indonesia?
9.        Menurut Anda, kenapa WAYANG menjadi salah satu METODE dalam penyebaran Islam?
10.    Menurut Anda, kenapa ISLAM dan KRISTEN bisa masuk ke Indonesia?

NB.:    Jawaban keseluruhan minimal 2 lembar bolak-balik

Hirah.SoalUAS.STAIC




SOAL UAS STATISTIK PENDIDIKAN
7A, 7B, 7C, & 7D STAIC
Abdul Karim DS

1.      Rata-rata tinggi badan mahasiswa di suatu perguruan tinggi swasta 162,6 cm. Ini adalah data tahun lalu yang di yakini tahun ini ada perubahan nilai rata-rata tinggi badan mahasiswa. Kemudian diambil sampel acak sebesar 25 mahasiswa dan diukur rata-rata tinggi badannya 168 cm dan diperoleh simpangan bakunya 6,9. Lakukan pengujian hipotesis dengan taraf nyata 5% apakah rata-rata tinggi badan mahasiswa tahun sekarang masih sama atau tidak dengan 162,6 cm?

2.      Jelaskan yang anda ketahui tentang:
a.       Hipotesis dan macam bentuk-bentuk hipotesis
b.      Validitas dan reabilitas instrumen
c.       Populasi dan sampel
d.      Pengujian normalitas dan pengujian homogenitas data penelitian
3.      Bagaimana cara mendapatkan data yang valid?
4.      Lalu kemudian, kenapa statistik itu diperlukan dalam penelitian pendidikan?

Rabu, 03 Juli 2013

Review Materi 12

Review Materi 12
“Delivering Knowledge Via Social Media”(Yunus Bani)
Fakta di Indonesia
Pengguna FB: 54jt
User twitter: 25jt
Internet: 70jt
BB: 9t
Android: 3jt

Tips membuat blog
Buat blog harus menggunakan bahasa yang dpat dibaca oleh googlebot (mesin pembaca)
Konsisten
Memuat informasi yang sederhana
Jangan malu-malu

Untuk membangun brand di internat tidak bisa instan, tapi harus konsisten
Kenapa harus sosial media?
No boundaries
No distance
No time limit

Tips supaya banyak follow
Jadilah orang baik
Jadilah orang jahat
Jadilah orang yang bukan diri sendiri
Sosial media
Media yang memungkinkan anda melakukan aktivitas sosial
Blog
Facebook
Twitter
Youtube
linkedIn
google plus
instagram/path/pinterest
forum
yahoo!Groups

blog
blogspot
wordpress

website itu properti (isi), blog itu rumah, blog itu ruko, blog itu gudang (tempat)
menulislah untuk mereka (orang lain)

Great blogs are
content (isi warung)
traffic  (pengunjung)
design (bentuk warung)
manajemen blog
ide – tulis – bagikan – evaluasi
branding
mulailah nulis di blog
mengenalkan diri sendiri, siapa anda?
menjelaskan yang ini dan yang itu
tweetmu harimaumu
usahakan menulis 1 artikel/hari

Persepsi ada di komunikan...jadi kalau ada salah faham yang salah adalah yang memberi informasi...
Bad news is good news...
Menaklukkan google (ketika tulisan kita dibaca orang)
Keyword: sugestion, membuat judul yang dicari orang
Konten
Optimasi

Untuk dpat membuat judul dan ide di blog, cari masalah yang banyak
Jangan terpokus untuk menyelesaikan masalah dalam satu artikel...
Gunakan bahasa yang sederhana (caseflow)
Google friendly blog
Trends
Keyword-minded atau advertising minded
Informative
Fresh (harus baru)
Update (rutin)
Share sosial media
Facebook, twitter, youtube, linkedia, mailing list, forums, pinterest

out bond (review materi 16)

Review Materi 16 
OUTBOND KEPEMIMPINAN

Awalnya jengkel juga lihat instruktur outbond yang ngomong terus, sambil sesekali teriakan yel-yel. Bukannya mengajak peserta outbond LPDP ke lapangan dan mengadakan permainan, eh malah memberikan nasihat dan celoteh sana-sini nggak jelas. Dengan logat "bataknya", instruktur menanyakan kesiapan anggota, mulai dari peralatan, fisik, sampai ke mental. Setelah kita menyepakati untuk menunjuk salah satu perwakilan dari peserta, maka perwakilan tersebut memberikan bentuk tampilan yel-yel, are you ready, dijawab oleh peserta “yes” sambil mengangkat tangan masing-masing. Peserta kemudian dibawa dan diarahkan ke tengah lapangan membentuk lingkaran besar.
Di dalam kelompok besar tersebut, peserta diminta untuk menghadap ke punggung peserta lainnya, sambil pijitan, semua peserta tampak menikmati pijitan demi pijitan. Walaupun, ada yang cukup mahir, ada pula yang asal-asalannya. Kegiatan pijit-memijit ini adalah bagian awal sebelum memulai rentetan games lainya.
Games yang pertama adalah bagaimana cara agar peserta bisa menangkap jari telunjuk temannya yang sebelah kanan, dan melepaskan jari telunjuknya sendiri dari tangkapan temannya yang sebelah kiri. Kegiatan ini memiliki makna, bahwa seorang pemimpin harus bisa membaca masalah dan menjawab tantangan. Games ini hanya sebagai cara instruktur untuk memilih dan memilah peserta menjadi ke dalam kelompok-kelompok. 
Bagi yang tidak bisa melaksanakan games tersebut, peserta di kumpulkan di dalam lingkaran besar. Di dalamnya peserta diminta untuk  melempar sepatu ke depan peserta, banyak peserta yang melakukannya dengan melempar sepatu, sehingga banyak peserta lain di depannya terkena lemparan sepatu. Gamaes ini memberikan pelajaran bagaiman mencapai target atau tujuan.
Kelompok kami (kelompok 3) bergegas ke panitia yang menangani permainan memindahkan bola dari satu kotak ke kotak lainnya. Dalam permainan ini, kami mengakui keunggulan kelompok 4 sebagai kelompok saingnya.  Skor bola yang bisa kami pindahkan adalah 6 bola, sedangkan kelompok 4 sejumlah 7 bola. Karena selisihnya 1 ola inilah, yang membuat kelompok kami bertekad untuk memenangkan lomba.
Kelompok kami menuju spiderweb. Dalam permainan ini, panitia telah menerangkan beberapa ketentuan tentang bagaimana cara menaklukkan tantangan ini. penjelasannya cukup jelas, sehingga kami langsung maju satu persatu menginjakkan kaki satu kotak per kota secara bergiliran. Dengan kekompakkan dan semangat kemenangan, terbukti kelompok kami dapat menaklukkan kelompok 4 untuk kali ini, bukan saja kelompok kami yang pertama menemukan teka-teki kotak tersebut, tapi kelompok kami pula yang dapat menyeberangkan seluruh peserta melintasi tantangan tersebut.
Demikianlah games yang bisa dilewati, secara singkat sesungguhnya ada nilai manajemen dan kepemimpinan yang sangat besar. Di dalam permainan mencari sedotan, ia memberikan nilai bagaiman seseorang dapat menyatukan hati dan jiwa dalam melaksanakan tugas untuk mencapai target. Di dalam permainan menurunkan pipa (paralon), kami mendapatkan nilai yang sangat besar yaitu kekompakkan, kerjasama dan kepercayaan. Di dalam permainan memindahkan gelang, kami mendapatkan nilai yang luar biasa yaitu kerja keras, disiplin dan pantang menyerah. Jadi, pada setiap gamesnya, panitia dengan sengaja mengajarkan kepada peserta untuk menjadi peserta yang nasionalisme, dan pemimpin yang berkarakter yang dibuktikan dengan penyalaan obor oleh semua kelompok, ditandai dengan berkibarnya bunner “ingat kita indonesia”, ya kemanapun kaki ini dipijak, kita harus pulang kembali ke indonesia,.

Selasa, 02 Juli 2013

transformational leader (materi 15)

Review 15
“Menyiapkan diri menjadi transformational leader”(Sudirman Said)

Landasan pemikiran kepadatan jumlah penduduk, sehingga membutuhkan pemimpin.
What is leadership? Leadership is the art of getting some one else to do something you want done because he wants to do it, A leader is a dealer ini hope, dan The very essence of leadership is that you have to have a vision.
 
Kepemimpinan sejati adalah...
Kepemimpinan memiliki karakteristik sikap dan perilaku, diikuti karena pengaruh, lingkungan respek dan hormat, didasari kharisma dan kompetensi, kekutan personal, leader, change, leading people, long term, sets direction, personal charism, passion, dan give. Berlawanan dengan orang yang mencari kedudukan, kekuasaan, patah dan takut, intruksi dan tekanan, posisi dan warisan, manager, stability, manajing were, short-term, plan detail, formal authority, control, dan take.
 
Leadership mith
Leadership containts leadership is rare skill, leaders are born not made, leaders are charismatic, leadership exists only at the top, once you get a little ou do not have tobe a leader.
Leadership trait and skills
 
Trait, adobtable to situation, alert to social environment, ambitious, assertive, decisive, depenable, dominant, persistent, self confident, and willing to assism responsibility. Sangat berlawanan dengan clever, conceptually skill, creative, diplomatic and tachtful, fluent in speaking, koledge about group, organized, persuasive, and socially skilled.
 
Power base
Positional power: legitimate power, reward power, conneciton power, and coercive power. Personal power: expertise power, information power, and reperance power.
Managarial skill
Ideological leadership – political leadership – managerial leadership.
Transformational leadership
Transformational leadership serves to change by articulating to followers the problem in the current system and a compelling vision of what new generation.

Transformatioinal leadership philosophy
Leadership being a life long, every man has some leadership potensial, not two people expres leadership in the same way, and environment that is democratic and free ensure sustainable leadership developement for all.
 
Transactional leader is Exchange benefit, reward and punishment, lyalty, obligation, managing brain to achieve target skill, and knowledge. Transformational leader is sharing vision, instrinsic motivation, respect, inspiratio, touchig the hearth, to go be yond the targets, ethnical aspiration, leader is made and born.
Leadership and followership. Pemimpin harus visonable. Analogi; membangun tembok dan membangun piramida.


Personal Branding & I-Branding

Review Materi 14
“Personal Branding”(Amalia E. Maulana, Ph.D)
Brand assosiation berarti penilaian-penilaian orang terhadap diri seseorang. Apabila orang lain diminta untuk mendeskripsikan anda dalam satu kalaimat saja, apa yang akan mereka katakan? Untuk mengetahui branding, kita tidak bisa menanyakan secara langsung, tapi menggunakan cara-cara seperti lewat solmet (teman dekat). Apakah ada mis match antara your view VS their views? Jika ada, maka pekerjaan personal branding harus segera dimulai.
Personal branding? Not for me
Mispersepsi I; personal branding itu selebriti, untuk tokoh masyarakat, untuk CEO perusahaan, not for me. Mispersepsi II; personal branding itu sama dengan pencitraan. Dan pencitraan itu negatif. Apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kenyataan. Not for me. Mispersepsi III. Personal branding itu bersikap menjadi orang lain. Bukan menjadi diri sendiri. Saya tidak bisa menjadi orang lain. Itu pembohongan. Not for me. Personal brand; tokoh, dan selebriti. Ada istilah baru I-brand; individu. Perbedaannya ada di audiennya (stakeholder). Kita wajib menentukan audiens kita.
Strong brand
Untuk mendapatkan strong brand kita harus mencari, membeli, dan membeli lagi diulang-ulang (dibeli lagi). Tahu belum tentu kenal. Kenal belum tentu cinta. Cinta belum tentu memiliki. Memeiliki belum tentu sayang.
Brand ambassador is one thing as strong brand. Brand transactional is like Agnes M. karena ia mendapatkan bayaran dari branding sesutu. Ciri strong brand adalah apabila terjadi kesalahan, tapi ada yang membela. Strong brand tidak hanya top mine, tetapi juga diingat, diulang dan dibela. Yang penting lagi tahan uji. Untuk mencapai I-Brand tidak usah gambling, tapi lakukan saja sesuatu yang baik dan pasti sampai. Gambling untuk mendapatkan jackpot. Strong branding bisa terbaca dari gambar, nama, produk, tahan uji, dan izin tuhan. sebuah perusahaan harus mampu menerjemahkan ulang produknya.
Branding diri adalah impresi yang muncul di benak stakeholder. Akumulasi dari apa saja yang dilakukan, dibicarakan. Brand mate: menggunakan anlogi pertemanan diawali dari just friend menuju best friend. Branding not just logo, advertising, not just tgline (slogan), not just event, not just promotion.
Cara mengukur brand seseorang dapat menggunakan standar kenal/hwo are you?  (Low/High), faham/what are you? (Low/High), interaksi what about you? (Low/High), dan relationship/what about you and me? (Low/High).

Minggu, 30 Juni 2013

revisi materi 11


Review Materi 11
Presentasi
(Tedi J.)

Presentation is the act of introducing via speech and various additional means new information to an
Presentasi itu menyampaikan makna

Slide menjadi tidak menarik:
Tulisannya banyak
Terlalu banyak ornamen
Terlalu banyak data
Tanpa jiwa

Komponen presentasi yang efektif
Presenter
Interaksi
Makna
Media

Tanda-tanda presentasi buruk
Bingung, ngantuk ragu
Sibuk sendiri
Tertidur dan Menguap

Memahami presentasi efektif
Impressive: menarik perhatian
Powerful: baik pilihan warna, suara dan jenis dapat membangun atensi
Aktual dan kontekstual: ilmunya baru dan sesuai dengan minat audiens

Plot- idea- visualisasi- organize- test

Fonts- color- images- layout
Substansi expert: wiseman, orator, inspirator, leader
Enable: advance user
Teknis: desainer, artis,




Design
Lay out
Fonts
Warna
Images


Text VS Images
Tips memilih font
Piih fontsyang umum
2 jenis per dokumen
Setting size untuk audiens terjauh
Sesuaikan karakteristiknya..

Ada 2 huruf
Serfi: georgia, times news roman, courier                   formal, praktis, profesional, tradisional, simple, nerd (komputer banget)
Sans serfi: arial, tahoma, cenury gothic                      formal, simple, elegan

Menentukan huruf sangat ditentukan oleh jumlah audiens

6 Model poin
1.        Text dominan
2.        Picture dominan
3.        Mckinsey style
4.        Steve Jobs style
5.        Zen style
6.        Maiku deck style

Latihan#1
Menyusun Rencana Presentasi

Susunlah:

Tema tujuan
Pokok-pokok bahasan
Bahan yang diperlukan

Latihan 15 menit




Review Materi 12
Social Media
(Yunus Bani)

Di twitter, kalau mau followernya banyak harus menjadi terkenal. Jumlah follower tidak penting, yang penting ada komunikasi.

Facebook
Media interaksi
Media bisnis
Media narsis (foto sendiri yang tidak penting)

Jadilah komen yang terakhir
Efek komen yang dianggap, merasa tenang
Menempatkan diri sendiri yang ngefans dengan diri sendiri.
Optimasi di profile

Tips facebook
Unsername dan profil yang jelas
Konten: status/gambar yang shareable, interaktif, dan positif
No. Photo tagging
Human for account, non-human for page
1 jam 1 konten
Quiz/polling/question

Buatlah penasaran
Like – comment- share
Publik figur disebut non human dalam perspektif facebook
Konten harus SIP: Sharable, intraktif dan positif

Twitter

Media interaksi
Media branding                       simple, short, stright (3S)
Media streaming

Pilih tweet yang positif dan menghibur