Review Materi 14
“Personal Branding”(Amalia E. Maulana, Ph.D)
“Personal Branding”(Amalia E. Maulana, Ph.D)
Brand assosiation berarti penilaian-penilaian orang terhadap diri seseorang. Apabila orang lain diminta untuk mendeskripsikan anda dalam satu kalaimat saja, apa yang akan mereka katakan? Untuk mengetahui branding, kita tidak bisa menanyakan secara langsung, tapi menggunakan cara-cara seperti lewat solmet (teman dekat). Apakah ada mis match antara your view VS their views? Jika ada, maka pekerjaan personal branding harus segera dimulai.
Personal branding? Not for me
Mispersepsi I; personal branding itu selebriti, untuk tokoh masyarakat, untuk CEO perusahaan, not for me. Mispersepsi II; personal branding itu sama dengan pencitraan. Dan pencitraan itu negatif. Apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kenyataan. Not for me. Mispersepsi III. Personal branding itu bersikap menjadi orang lain. Bukan menjadi diri sendiri. Saya tidak bisa menjadi orang lain. Itu pembohongan. Not for me. Personal brand; tokoh, dan selebriti. Ada istilah baru I-brand; individu. Perbedaannya ada di audiennya (stakeholder). Kita wajib menentukan audiens kita.
Strong brand
Untuk mendapatkan strong brand kita harus mencari, membeli, dan membeli lagi diulang-ulang (dibeli lagi). Tahu belum tentu kenal. Kenal belum tentu cinta. Cinta belum tentu memiliki. Memeiliki belum tentu sayang.
Brand ambassador is one thing as strong brand. Brand transactional is like Agnes M. karena ia mendapatkan bayaran dari branding sesutu. Ciri strong brand adalah apabila terjadi kesalahan, tapi ada yang membela. Strong brand tidak hanya top mine, tetapi juga diingat, diulang dan dibela. Yang penting lagi tahan uji. Untuk mencapai I-Brand tidak usah gambling, tapi lakukan saja sesuatu yang baik dan pasti sampai. Gambling untuk mendapatkan jackpot. Strong branding bisa terbaca dari gambar, nama, produk, tahan uji, dan izin tuhan. sebuah perusahaan harus mampu menerjemahkan ulang produknya.
Branding diri adalah impresi yang muncul di benak stakeholder. Akumulasi dari apa saja yang dilakukan, dibicarakan. Brand mate: menggunakan anlogi pertemanan diawali dari just friend menuju best friend. Branding not just logo, advertising, not just tgline (slogan), not just event, not just promotion.
Cara mengukur brand seseorang dapat menggunakan standar kenal/hwo are you? (Low/High), faham/what are you? (Low/High), interaksi what about you? (Low/High), dan relationship/what about you and me? (Low/High).
Personal branding? Not for me
Mispersepsi I; personal branding itu selebriti, untuk tokoh masyarakat, untuk CEO perusahaan, not for me. Mispersepsi II; personal branding itu sama dengan pencitraan. Dan pencitraan itu negatif. Apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan kenyataan. Not for me. Mispersepsi III. Personal branding itu bersikap menjadi orang lain. Bukan menjadi diri sendiri. Saya tidak bisa menjadi orang lain. Itu pembohongan. Not for me. Personal brand; tokoh, dan selebriti. Ada istilah baru I-brand; individu. Perbedaannya ada di audiennya (stakeholder). Kita wajib menentukan audiens kita.
Strong brand
Untuk mendapatkan strong brand kita harus mencari, membeli, dan membeli lagi diulang-ulang (dibeli lagi). Tahu belum tentu kenal. Kenal belum tentu cinta. Cinta belum tentu memiliki. Memeiliki belum tentu sayang.
Brand ambassador is one thing as strong brand. Brand transactional is like Agnes M. karena ia mendapatkan bayaran dari branding sesutu. Ciri strong brand adalah apabila terjadi kesalahan, tapi ada yang membela. Strong brand tidak hanya top mine, tetapi juga diingat, diulang dan dibela. Yang penting lagi tahan uji. Untuk mencapai I-Brand tidak usah gambling, tapi lakukan saja sesuatu yang baik dan pasti sampai. Gambling untuk mendapatkan jackpot. Strong branding bisa terbaca dari gambar, nama, produk, tahan uji, dan izin tuhan. sebuah perusahaan harus mampu menerjemahkan ulang produknya.
Branding diri adalah impresi yang muncul di benak stakeholder. Akumulasi dari apa saja yang dilakukan, dibicarakan. Brand mate: menggunakan anlogi pertemanan diawali dari just friend menuju best friend. Branding not just logo, advertising, not just tgline (slogan), not just event, not just promotion.
Cara mengukur brand seseorang dapat menggunakan standar kenal/hwo are you? (Low/High), faham/what are you? (Low/High), interaksi what about you? (Low/High), dan relationship/what about you and me? (Low/High).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar