Review Materi 16
OUTBOND KEPEMIMPINAN
Awalnya jengkel juga lihat instruktur outbond yang ngomong terus, sambil sesekali teriakan yel-yel. Bukannya mengajak peserta outbond LPDP ke lapangan dan mengadakan permainan, eh malah memberikan nasihat dan celoteh sana-sini nggak jelas. Dengan logat "bataknya", instruktur menanyakan kesiapan anggota, mulai dari peralatan, fisik, sampai ke mental. Setelah kita menyepakati untuk menunjuk salah satu perwakilan dari peserta, maka perwakilan tersebut memberikan bentuk tampilan yel-yel, are you ready, dijawab oleh peserta “yes” sambil mengangkat tangan masing-masing. Peserta kemudian dibawa dan diarahkan ke tengah lapangan membentuk lingkaran besar.
Di dalam kelompok besar tersebut, peserta diminta untuk menghadap ke punggung peserta lainnya, sambil pijitan, semua peserta tampak menikmati pijitan demi pijitan. Walaupun, ada yang cukup mahir, ada pula yang asal-asalannya. Kegiatan pijit-memijit ini adalah bagian awal sebelum memulai rentetan games lainya.
Games yang pertama adalah bagaimana cara agar peserta bisa menangkap jari telunjuk temannya yang sebelah kanan, dan melepaskan jari telunjuknya sendiri dari tangkapan temannya yang sebelah kiri. Kegiatan ini memiliki makna, bahwa seorang pemimpin harus bisa membaca masalah dan menjawab tantangan. Games ini hanya sebagai cara instruktur untuk memilih dan memilah peserta menjadi ke dalam kelompok-kelompok.
Games yang pertama adalah bagaimana cara agar peserta bisa menangkap jari telunjuk temannya yang sebelah kanan, dan melepaskan jari telunjuknya sendiri dari tangkapan temannya yang sebelah kiri. Kegiatan ini memiliki makna, bahwa seorang pemimpin harus bisa membaca masalah dan menjawab tantangan. Games ini hanya sebagai cara instruktur untuk memilih dan memilah peserta menjadi ke dalam kelompok-kelompok.
Bagi yang tidak bisa melaksanakan games tersebut, peserta di kumpulkan di dalam lingkaran besar. Di dalamnya peserta diminta untuk melempar sepatu ke depan peserta, banyak peserta yang melakukannya dengan melempar sepatu, sehingga banyak peserta lain di depannya terkena lemparan sepatu. Gamaes ini memberikan pelajaran bagaiman mencapai target atau tujuan.
Kelompok kami (kelompok 3) bergegas ke panitia yang menangani permainan memindahkan bola dari satu kotak ke kotak lainnya. Dalam permainan ini, kami mengakui keunggulan kelompok 4 sebagai kelompok saingnya. Skor bola yang bisa kami pindahkan adalah 6 bola, sedangkan kelompok 4 sejumlah 7 bola. Karena selisihnya 1 ola inilah, yang membuat kelompok kami bertekad untuk memenangkan lomba.
Kelompok kami menuju spiderweb. Dalam permainan ini, panitia telah menerangkan beberapa ketentuan tentang bagaimana cara menaklukkan tantangan ini. penjelasannya cukup jelas, sehingga kami langsung maju satu persatu menginjakkan kaki satu kotak per kota secara bergiliran. Dengan kekompakkan dan semangat kemenangan, terbukti kelompok kami dapat menaklukkan kelompok 4 untuk kali ini, bukan saja kelompok kami yang pertama menemukan teka-teki kotak tersebut, tapi kelompok kami pula yang dapat menyeberangkan seluruh peserta melintasi tantangan tersebut.
Demikianlah games yang bisa dilewati, secara singkat sesungguhnya ada nilai manajemen dan kepemimpinan yang sangat besar. Di dalam permainan mencari sedotan, ia memberikan nilai bagaiman seseorang dapat menyatukan hati dan jiwa dalam melaksanakan tugas untuk mencapai target. Di dalam permainan menurunkan pipa (paralon), kami mendapatkan nilai yang sangat besar yaitu kekompakkan, kerjasama dan kepercayaan. Di dalam permainan memindahkan gelang, kami mendapatkan nilai yang luar biasa yaitu kerja keras, disiplin dan pantang menyerah. Jadi, pada setiap gamesnya, panitia dengan sengaja mengajarkan kepada peserta untuk menjadi peserta yang nasionalisme, dan pemimpin yang berkarakter yang dibuktikan dengan penyalaan obor oleh semua kelompok, ditandai dengan berkibarnya bunner “ingat kita indonesia”, ya kemanapun kaki ini dipijak, kita harus pulang kembali ke indonesia,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar