Minggu, 30 Juni 2013

revisi materi 11


Review Materi 11
Presentasi
(Tedi J.)

Presentation is the act of introducing via speech and various additional means new information to an
Presentasi itu menyampaikan makna

Slide menjadi tidak menarik:
Tulisannya banyak
Terlalu banyak ornamen
Terlalu banyak data
Tanpa jiwa

Komponen presentasi yang efektif
Presenter
Interaksi
Makna
Media

Tanda-tanda presentasi buruk
Bingung, ngantuk ragu
Sibuk sendiri
Tertidur dan Menguap

Memahami presentasi efektif
Impressive: menarik perhatian
Powerful: baik pilihan warna, suara dan jenis dapat membangun atensi
Aktual dan kontekstual: ilmunya baru dan sesuai dengan minat audiens

Plot- idea- visualisasi- organize- test

Fonts- color- images- layout
Substansi expert: wiseman, orator, inspirator, leader
Enable: advance user
Teknis: desainer, artis,




Design
Lay out
Fonts
Warna
Images


Text VS Images
Tips memilih font
Piih fontsyang umum
2 jenis per dokumen
Setting size untuk audiens terjauh
Sesuaikan karakteristiknya..

Ada 2 huruf
Serfi: georgia, times news roman, courier                   formal, praktis, profesional, tradisional, simple, nerd (komputer banget)
Sans serfi: arial, tahoma, cenury gothic                      formal, simple, elegan

Menentukan huruf sangat ditentukan oleh jumlah audiens

6 Model poin
1.        Text dominan
2.        Picture dominan
3.        Mckinsey style
4.        Steve Jobs style
5.        Zen style
6.        Maiku deck style

Latihan#1
Menyusun Rencana Presentasi

Susunlah:

Tema tujuan
Pokok-pokok bahasan
Bahan yang diperlukan

Latihan 15 menit




Review Materi 12
Social Media
(Yunus Bani)

Di twitter, kalau mau followernya banyak harus menjadi terkenal. Jumlah follower tidak penting, yang penting ada komunikasi.

Facebook
Media interaksi
Media bisnis
Media narsis (foto sendiri yang tidak penting)

Jadilah komen yang terakhir
Efek komen yang dianggap, merasa tenang
Menempatkan diri sendiri yang ngefans dengan diri sendiri.
Optimasi di profile

Tips facebook
Unsername dan profil yang jelas
Konten: status/gambar yang shareable, interaktif, dan positif
No. Photo tagging
Human for account, non-human for page
1 jam 1 konten
Quiz/polling/question

Buatlah penasaran
Like – comment- share
Publik figur disebut non human dalam perspektif facebook
Konten harus SIP: Sharable, intraktif dan positif

Twitter

Media interaksi
Media branding                       simple, short, stright (3S)
Media streaming

Pilih tweet yang positif dan menghibur

Sabtu, 29 Juni 2013

Review materi 10
“Belajar budaya di luar”

1.    Be ready and cofident
Walaupun baru yang kita hadapi, tapi yakinah anda bisa karena itu dunia manusia
2.    Terbuka; be open minded
Terbuka, tapi juga bisa melepaskan kebiasaan lama yang tidak baik (to learn and un learn)
3.    Focus & attention a focus
Energy follow attention. Yang perlu anda kelola bukan waktu anda, tapi fikiran/perhatian anda.
4.    Amati dan adaptasi
Melihat – mengamati – menikmati
Jangun takut ketika melakukan hal baru, karena selalu ada kali pertama. bagi yang kuliah kenalilah lecture
5.    Bangun komunikasi dengan supervisor
Orang indonesia tidak mau menyampaikan tapi melakukanya. How to comunicate? Bersikap terbuka, tetapi komunikasikan
6.    Memahami di luar kampus
Be careful with your attention. Nikmati – communication, dan interaksi.
7.    Kenalilah Setiap budaya dan lingkungan baru
Pasti ada yang baik, asal kita puya niat baik dan bergaul dengan yang baik. to finish study is a true...

Materi 9
“Belajar Budaya Baru”
(Dr. Inggrid)
Tujuan materi:
Tujuan materi diskusi belajar budaya baru ini adalah agar mahasiswa sadar akan pentingnya pendekatan yang sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai kemahiran antarbudaya di antara masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda. Karena Budaya adalah tatanan alur pikir yang membedakan suatu kelompok manusia dari kelompok lainnya. (Geert Herstecle)
Sebagai pendatang, orang Indonesia harus betul-betul mau mengenal sifat-sifat yang baik dari pelajar internasional kemudian menyerapnya dan selain itu mengenal sifat-sifat buruk orang Indonesia yang kemudian dihilangkan atau dihapus. Jika kedua prinsip itu dapat diterapkan dengan baik dan utuh maka para pelajar indonesia yang berkuliah di luar negeri akan sukses dengan mudah.
Orang Indonesia yang belajar di luar negeri disebut sukses yaitu apabila merasa nyaman (betah), terjalin hubungan yang baik, dan belajar/bekerja dengan efektif (yang dibuktikan dengan nilai A). merasa nyaman atau betah karena telah mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan yang baik tanpa harus merubah budaya baik yang dibawanya secara frontal.
Seringkali orang menganggap bahwa orang yang masih berbudaya itu disebut dengan orang yang primitif, contohnya berkerudung. Bagi pelajar Indonesia yang hendak mempertahankan budaya dan keyakinannya hendaknya ia mampu dan berani menjelaskan atau mengkomunikasikan kemauannya itu kepada orang asing. Sehingga tidak akan terjadi benturan-benturan budaya, karena sudah merupakan keniscayaan bahwa budaya indonesia dengan negara lain itu berbeda. Seperti halnya, orang Indonesia hendak melewati beberapa sekumpulan orang duduk dengan cara merundukkan kepala, hal itu dianggap sebagai orang yang sakit encok.
Supaya tidak terjadi hal demikian, di sini ada beberapa macam dimensi budaya yang terdiri dari; komunitas/lingkungan, kebangsaan, provinsi, kota, umur, status soal ekonomi, jenis kelamin, profesi, latar belakang pendidikan, suku, dan agama.
Ada 3 tingkat keunikan manusia yang kepribadian/personality, budaya dan kodarat manusia. Contoh dari personality adalah setiap anggota keluarga jika ditarik garis keturunan dari atas sesungguhnya memiliki persamaan. Misalkan, seorang ponakan menjadi guru kimia, dan ternyata bibinya juga seorang guru matematik. Hanya saja, di sini ada perbedaan kalau si ponakan mengajar kimia, sedangkan bibinya mengajar matematik, walaupun keduanya sama-sama mengajar. Inilah yang dimaksud dengan personality, walaupun profesinya sama tapi tetap emmiliki perbedaan dalam bidang mata ajarnya.
Meskipun di atas, untuk memahami budaya orang lain bukanlah perkara yang sulit, tapi tidak terlalu ribet. Untuk itu, mahasiswa perlu menyadari bagaiman cara memahami budaya lain. Proses pemahaman budaya dimulai dari ethnosentrisme, kesadaran, pengertian, penghargaan, dan pemilihan selektif.
Selain itu, beberapa indikasi sifat kolektif yaitu; sulit melepaskan diri dari ikatan kelompok, ingin menyenangkan orang lain, selalu ingin dalam kelompok sehingga sulit berinisiatif, mencari persetujuan, memiliki kompormi, dan menghindari kofrontasi, tidak terbuka dan diam, hampir tidak ada batas antara profesianalitas dan privasinya.
Beberapa indikasi sifat individualisme yaitu; ingin menentukan pilihan sendiri, tugas diri sendiri untuk menyenangkan diri, berbeda itu baik, memutuskan sendiri, berdiri, eingin menyelesaikan masalah secara terbuka, yang paenting hasil akhir mengenai caranya itu urusan gampang.
Biasanya orang Indonesia berharap kepada anakanya menjadi anak yang patuh, saleh, masih hierarki atau hubungan antara orang tua dan anak masih atas-bawah, berorientasi sosial, dan anak banyak disuruh diam. Kepribadian anak tersebut sangat jauh berbeda dengan harapan orang tua terhadap anaknya. Mereka berharap agar anaknya menjadi orang yang independen, disiplin, tidak hirarti, mandiri, dan kritis.
Kebiasaan di atas sangat wajar terjadi karena ciri-ciri orang Indonesia; nerimo, gotong royong, tepo saliro, aja dumeh, pekewuh, dan jer basuki mowo beo. Yang perlu ditularkan kepada orang Indonesia adalah masyarakat kekerabatan, tidak boleh ada benturan budaya, dan tidak ada kejenuhan budaya.
Untuk itu, mahasiswa perlu memahami 3 pilar Pendidikan antara budaya yaitu perubahan kognitif, perubahan perasaan, dan perubahan sikap. Sedangkan 3 penyesuaian budaya adalah mengurangi yang buruk, menambah yang baik, dan melengkapi yang kurang. Dan ketiga pilar dan penyesuaian budaya tersebut, orang indonesia akan betah, menjalin hubungan dengan orang asing  dengan baik, dan dapat belajar dengan baik sampai sukses sehingga terciptalah kualitas diri.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas diri, yaitu: toleransi atas ketidakpastian, percaya diri, sabar, semangat mempelajari budaya luar, kemampuan berkomunikasi, keterbukaan, empati, dan rasa humor. Hal ini disupport dengan pepatah, “education is the konding of a flame, not the filling of a...”
Email: iagoes@cbn.net.id
Materi 9
“Belajar Budaya Baru”(Dr. Inggrid)

Tujuan materi:
Tujuan materi diskusi belajar budaya baru ini adalah agar mahasiswa sadar akan pentingnya pendekatan yang sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai kemahiran antarbudaya di antara masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda. Karena Budaya adalah tatanan alur pikir yang membedakan suatu kelompok manusia dari kelompok lainnya. (Geert Herstecle)
Sebagai pendatang, orang Indonesia harus betul-betul mau mengenal sifat-sifat yang baik dari pelajar internasional kemudian menyerapnya dan selain itu mengenal sifat-sifat buruk orang Indonesia yang kemudian dihilangkan atau dihapus. Jika kedua prinsip itu dapat diterapkan dengan baik dan utuh maka para pelajar indonesia yang berkuliah di luar negeri akan sukses dengan mudah.
Orang Indonesia yang belajar di luar negeri disebut sukses yaitu apabila merasa nyaman (betah), terjalin hubungan yang baik, dan belajar/bekerja dengan efektif (yang dibuktikan dengan nilai A). merasa nyaman atau betah karena telah mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan yang baik tanpa harus merubah budaya baik yang dibawanya secara frontal.
Seringkali orang menganggap bahwa orang yang masih berbudaya itu disebut dengan orang yang primitif, contohnya berkerudung. Bagi pelajar Indonesia yang hendak mempertahankan budaya dan keyakinannya hendaknya ia mampu dan berani menjelaskan atau mengkomunikasikan kemauannya itu kepada orang asing. Sehingga tidak akan terjadi benturan-benturan budaya, karena sudah merupakan keniscayaan bahwa budaya indonesia dengan negara lain itu berbeda. Seperti halnya, orang Indonesia hendak melewati beberapa sekumpulan orang duduk dengan cara merundukkan kepala, hal itu dianggap sebagai orang yang sakit encok.
Supaya tidak terjadi hal demikian, di sini ada beberapa macam dimensi budaya yang terdiri dari; komunitas/lingkungan, kebangsaan, provinsi, kota, umur, status soal ekonomi, jenis kelamin, profesi, latar belakang pendidikan, suku, dan agama.
Ada 3 tingkat keunikan manusia yang kepribadian/personality, budaya dan kodarat manusia. Contoh dari personality adalah setiap anggota keluarga jika ditarik garis keturunan dari atas sesungguhnya memiliki persamaan. Misalkan, seorang ponakan menjadi guru kimia, dan ternyata bibinya juga seorang guru matematik. Hanya saja, di sini ada perbedaan kalau si ponakan mengajar kimia, sedangkan bibinya mengajar matematik, walaupun keduanya sama-sama mengajar. Inilah yang dimaksud dengan personality, walaupun profesinya sama tapi tetap emmiliki perbedaan dalam bidang mata ajarnya.
Meskipun di atas, untuk memahami budaya orang lain bukanlah perkara yang sulit, tapi tidak terlalu ribet. Untuk itu, mahasiswa perlu menyadari bagaiman cara memahami budaya lain. Proses pemahaman budaya dimulai dari ethnosentrisme, kesadaran, pengertian, penghargaan, dan pemilihan selektif.
Selain itu, beberapa indikasi sifat kolektif yaitu; sulit melepaskan diri dari ikatan kelompok, ingin menyenangkan orang lain, selalu ingin dalam kelompok sehingga sulit berinisiatif, mencari persetujuan, memiliki kompormi, dan menghindari kofrontasi, tidak terbuka dan diam, hampir tidak ada batas antara profesianalitas dan privasinya.
Beberapa indikasi sifat individualisme yaitu; ingin menentukan pilihan sendiri, tugas diri sendiri untuk menyenangkan diri, berbeda itu baik, memutuskan sendiri, berdiri, eingin menyelesaikan masalah secara terbuka, yang paenting hasil akhir mengenai caranya itu urusan gampang.
Biasanya orang Indonesia berharap kepada anakanya menjadi anak yang patuh, saleh, masih hierarki atau hubungan antara orang tua dan anak masih atas-bawah, berorientasi sosial, dan anak banyak disuruh diam. Kepribadian anak tersebut sangat jauh berbeda dengan harapan orang tua terhadap anaknya. Mereka berharap agar anaknya menjadi orang yang independen, disiplin, tidak hirarti, mandiri, dan kritis.
Kebiasaan di atas sangat wajar terjadi karena ciri-ciri orang Indonesia; nerimo, gotong royong, tepo saliro, aja dumeh, pekewuh, dan jer basuki mowo beo. Yang perlu ditularkan kepada orang Indonesia adalah masyarakat kekerabatan, tidak boleh ada benturan budaya, dan tidak ada kejenuhan budaya.
Untuk itu, mahasiswa perlu memahami 3 pilar Pendidikan antara budaya yaitu perubahan kognitif, perubahan perasaan, dan perubahan sikap. Sedangkan 3 penyesuaian budaya adalah mengurangi yang buruk, menambah yang baik, dan melengkapi yang kurang. Dan ketiga pilar dan penyesuaian budaya tersebut, orang indonesia akan betah, menjalin hubungan dengan orang asing  dengan baik, dan dapat belajar dengan baik sampai sukses sehingga terciptalah kualitas diri.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas diri, yaitu: toleransi atas ketidakpastian, percaya diri, sabar, semangat mempelajari budaya luar, kemampuan berkomunikasi, keterbukaan, empati, dan rasa humor. Hal ini disupport dengan pepatah, “education is the konding of a flame, not the filling of a...”
Email: iagoes@cbn.net.id

Jumat, 28 Juni 2013

Reviewer Materi 8
“Penulisan Karya Ilmiah”(M. Nasikin)

Orang Indonesia lebih pandai berbicara daripada menulis
Istilah Menuntut ilmu terkesan memaksa, dalam bahasa jawa menuntut ilmu diistilahkan dengan ngluru ilmu atau mencari ilmu diibaratkan dengan mencari buah yang matang dan jatuh, bukan menuntut yang berarti menyengget buah yang belum matang dan waktunya jatuh.
Menulis memerlukan ide.
Menulis memerlukan bahan.
Kiat Menulis Publikasi Ilmiah
Untuk menulis harus diawali dengan LIKE
1.    Apa pentingnya menulis publikasi?
Pentinya menulis publikasi adalah untuk mematenkan karya tulis dan penemuan. Sebuah jurnal ilmiah harus ada kebaruan. Informasi tentang riset yang dilakukan: a. Dijadikan referensi orang lain, b. Supaya tidak overlap dengan riset lain.
2.    Kenapa harus publikasi ilmiah? Internasional?
Dunia akademis itu harus (scientific) ilmiah. Yaitu tulisan yang harus bisa dibuktikan. Maka, karya tulis ilmiah harus menggunakan metode. Sehingga dengan menggunakan metode, tulisan tidak boleh spekulatif.
3.    Mulai dari mana untuk menulis publikasi?
Mulai dari bahan.
4.    Seperti apa hasil riset yang layak dipublikasi?
Karya tulis yang ada kebaruan (novelty). Novelty itu harus melakukan kajian yang relevan, minimal 200 riset yang dijadikan rujukan. Juga punya arti: a) Menyelesaikan masalah, b) Punya kontribusi pada ilmu.
5.    Bagaimana bentuk tulisan yang layak publikasi?
Analogiknya harus diterima. Dan orang yang bacanya bisa menerima.
6.    Seperti apa jurnal ilmiah? Jurnal ilmiah adalah jurnal skopus. Selain ilmiah, ada istilah lain yang disebut dengan Jurnal predator. Jurnal predator yaitu jurnal yang hanya mengambil uang saja dari penulisan karya ilmiah.
Munculnya masalah yang harus diselesaikan melalui riset
Peningkatan kenyamanan hidup:        pengembangan ilmu
Pemakaian produk – masalah – ide – proposal/desain riset – pelaksanaan riset – hasil riset – tekonologi baru - produk baru – pemakaian produk baru
Untuk mencari bahan riset tidak perlu jauh-jauh, tapi ada di sekitar kita. jangan terlalu jauh untuk mencari topik dan masalah, tapi mulailah dari diri sendiri dikaitkan dengan masalah bangsa.
Alur hasil riset yang menghasilkan novelty
1.    Masalah                : masalah bangsa, perbaikan tekonologi, perbaikan sistem
2.    Ide                : nyeleneh, out of the box, brillian
3.    Rancangan riset/proposal riset    : riset perlu dilakukan: ada masalah yang diselesaikan. Dan belum dikerjakan orang lain. Riset bisa dilakukan: metode realistis, sumber daya memenuhi
4.    Riset dan hasil            : novelty; menyelesaikan masalah. Kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Tempat yang belum terjangkau orang.
5.    Publikasi                : jurnal, paten (untuk bisnis di perusahaan)
Nature publikasi ilmiah
Menyampaikan novelty. Untukitu, penulisan publikasi dimulai dari: identifikasi novelty dari hasil riset. Selanjutnya dibuat “story” dalam alur logis yang mengalir sehingga informasi tentang novelty dipahami dengan baik oleh orang lain.
Susunan publikasi secara umum:
Judul
Abstrak/ringkasan
Pendahuluan/latar belakang
Metode riset
Hasil dan pembahasan
Kesimpulan
Daftar pustaka

Judul
1.    Maksimum 20 kata
2.    Menggambarkan seluruh pekerjaan yang berisi:
a.    Masalah yang diselesaikan
b.    Metode penyelesaian
c.    Gambaran hasil riset

Judul yang baik sudah mendapatkan 50% kemenangan untuk mendapatkan  dana riset. Yang direview: judul dulu, pedahuluan, masalah, metode, masalah relevan dengan backgroun peneliti.
Abstrak
Berisi 4 pokok fikiran:
1.    Masaah yang harus diselesaikan dari masalah secara umum sampai masalah khusus pada riset dan tujuan riset
2.    State of art (kajian pustaka yang relevan) yang berisi riset terdahulu sampai saat ini
3.    Metode riset yang dipakai
4.    Hasil riset

Abstrak biasanya dibatasi hanya 100-300 kata.

Pendahuluan
Merupakan perluasan penjelasan dari abstrak, berisi:
1.    Masalah yang diselesaikan
2.    Tujuan riset
3.    State of art yang berisi riset terdahulua. Harus menunjukkan bahwa riset belum dilakukan sebelumnya
4.    Metode riset yang dipakai

Bagian yang terpenting dan tersulit untuk ditulis, karena:
1.    Menggambarkan masalah yang diselesaikan
2.    Menjamin cara penyelesaian secara ilmiah. Salah satunya menggunakan metode similarity
3.    Menjamin kebaruan riset dan hasil riset.
4.    Hipotesis; dugaan untuk hasil riset

Metode riset
Metode riset berisi: Bahan yang dipakai pada riset. Dan alat yang dipakai

Hasil riset
Menampilkan data hasil riset
Analisis untukpenejasan fenomena yang terjadi
Membandingkan dengan data dan fenomena pada riset sebelumnya
Analisis menggunakan teori
Membuktikan ovelty dari hasil riset
Membuktikanfenomena sesuai kaidah ilmiah


Kesimpulan
Menyimpulkan hasil riset yang sesuai dengan menjawab hipotesis

Daftar pustaka
Menggunakan sistem harvard atau vancuover


Latihan 1
Cermati sebuah paper (sesuai bidang minat anda) kenali 4 pokok pikiran pada: abstrak. Pendahuluan

Tantangan: Gagas sebuah topik baru untuk menyempurnakan paper tersebut...

Latihan 2
Cermati kondisi sekitar anda
Temukan sebuah masalah yang perlu diselesaikan
Tentukan ide riset

Buat judul
Buat “stori” untuk menyusun pendahuluan
Review Materi 7
“Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Mendatang”
(Imam B. Prasodjo)

Dulu pemimpin muda-muda, kenapa sekarang kok pemimpin tua-tua? Sehingga terjadilah devisit kepercayaan publik. Negara abnormal hanya bisa dipimpin oleh pemimpin yang abnormal. Supaya dipercaya, kita harus memiliki kapasitas dan karakter. Karakter adalah keterampilan membaca masalah, sedangkan karakter menentukanpenyelesaian masalah. Analogiya; ada dompet hilang. Kita pasti tahu ada berapa uang di dompet tersebut. namun, pertanyaannya adalah, apakah kita mau mengembalikan dompet itu pada pemiliknya atau diamankan? Juga, pemimpinharus memiliki kapasitas dan karakter. Analoginya; ada sopir taxi yang mahir, tapi menjadi percuma apabila kemahirannya untuk menipu penumpang dengan mengajaknya keliling sebelum sampai tujuan. Sebaliknya, ada sopir yang baik dan jujur, tapi tidak punya kemahiran mengendarai taxi maka akan membahayakan penumpang.

Pemimpin diartikan sebagai kemampuan mengadakan kegiatan terencana jangka panjang untuk mengadakan perubahan nyata dengan memberikan motivasi. Analoginya; ada ikan satu diikuti oleh banyak ikan dibelakangnya. Dan ada orang lari, kemudian diikuti oleh orang banyak di belakangnya. Yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua pengemudi dapat memetakan jalan, karena pekerjaan itu hanya dapat dilakukan oleh pemimpin.

Perbedaan pemimpin, manager, dengan administrator. Kalau pemimpin itu banyak berkutat pada pembuatan visi. Sedangkan manajer hanya sebagai pelaksana dari vision. Adapun administrator banyak bertindak dalam maintenance. Ada istilah, “the right massage from the good massager”

Indonesia yang multikulturalisme memiliki tingkatan perbedaan, yaitu: state, modern state, nation; ethnic, dan adat, ethnic, ras, relegion, dan class.  Bangsa Indonesia harus memiliki ethnonation yang berarti rasa kebangsaan. Ada istilah lain yaitu multiple expression berarti aneka suku bangsa dan adat, budaya, semangat kebersamaan dan finansial.

Materi 6
“Nilai-Nilai Kebangsaan”(Imam Mas’udi)

Psikologi bangsa kita selain terbentuk dari yang diturunkan oleh nenek moyang juga oleh nilai Budha dan Hindu serta Islam begitu juga Kristen. Budha dan Hindu identik dengan abdi kaula gusti (kerajaan), pencarian jati diri dan kebenaran yang juga begitu identik dengan Islam dengan konsep daulah Islamiyah yang dibawa oleh para pedagang dari timur yang tidak mengenal kata demokrasi liberal. Adapun agama Kristen hadir dengan sistem modern yang muncul pada era kolonial Belanda.

Semua bermuara dari otoriterisme nilai universal karena agama mempunyai kitab dan sabda nabi, sistem yang digerakkan baik di kerajaan maupun di daulah islamiyah adalah bermuara dari ‘ilham’ atau hasil renungan yang mendalam oleh para bangsawan dan petinggi di atas tahta. Jadi otoriter yang dimunculkan di sini bukan otoriter egoisme dan kearoganan (sa’ karepe atau istilah kita apo jare si anu).

Demikianlah kalimat penghantar untuk membahas nilai-nilai kebangsaan. Untuk memahami nilai dapat diawali dengan memahami bangsa Indonesia yang memiliki sifat lestari, cita-cita sehingga mampu mengatasi masalah arus global. Bahwa, masyarakat kita pula berbentuk, yang terpisah, dan dengan memiliki pengalaman sejarah yang cukup panjang sehingga menghasilkan nilai-nilai kebangsaan (instrinsik) di dalam menghadapi masalah global. 

Bangsa dan masyarakat merupakan konsensus dasar nasional. Dimana, dalam perspektif historis memiliki 2 ciri bangsa, yaitu di saat bangsa belum menegara dengan indikasi: budaya bahasa melayu, bhineka tunggal ika, dan sumpah pemuda. Keuda, bangsa telah menegara dengan indikasi; tetapkan falsafath, dan konstitusi, bentuk negara kesatuan, dan semboyan kebangsaan (Bhineka Tunggal Ika). Dengan semboyan ini, sekalipun ada ancaman disintegrasi namun republik indonesia (RI) tetap utuh. Menurut perspektif sosiologis memiliki masyarakat multikultur dengan identifikasi; sentimen-sentimen pokok – konflik sosial, menuntut kesetaraan – saling menerima, menghargai, dan saling bantu. Kolonial – mayoritas dan minoritas. Dan perlu nilai-nilai yang diterima dan diakui; bersama – bangsa Indonesia. Apa sesungguhnya multikulturalisme? Yaitu bangsa indonesia yang terdiri dari suku, agama dan Ras. Multikuluturalisme sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan. 

Dari diskusi seminar dikatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang dianut oleh bangsa indonesia dimaknai dengan sesuatu yang penting menyangkut baik dan buruk, pandangan, dan nilai hasil seleksi perilaku. Adapun jenis nilai yang dimaksud di atas adalah nilai tercernakan, dan nilai dominan. Sedangkan, hakikat nilai kebangsaan berarti prinsip-prinsip moral, yaitu sifat dan sikap, serta cermin jati diri. Pemantapan nilai kebangsaan sangat penting untuk yakin dengan nilai: kebenaran falsafah pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan ajaran untuk menghargai sesama.

Konsensus dasar nasional di atas memiliki sumber nilai: falsafath bangsa pancasila, sebagai dasar negara (ideolo, dan pandangan), UUD NRI 1945, NKRI, sesanti bhineka tunggal ika. Ciri-ciri falsafah negara: religius, prinsip-prinsip kemanusiaan, utamakan persatuan, utamakan musyawarah, upayakan keadilan sosial. Jiwa kehidupan bangsa Indonesia; prinsip-prinsip kemerdekaan, gambaran cita-cita nasional dan tujuan nasional, falsafah bangsa sebagai pondasi bangunan negara, dan atas berkat dan rahmat tuhan. Sebagai pilihan ragam hidup/wadah beragama: konsensus politik, dan menjadi kuat dalam kesatuan, serta menyatukan keterpisahan geografik. Terakhir hakikat hidup manusia; Bagian kecil dari ciptaan tuhan, yang berbeda-beda, Satu ciptaan untuk berbakti kepada tuhan, Kemerdekaan dan kedaulatan diperjuangkan dengan pengorbanan, dan hadapi tantangan.