Materi 6
“Nilai-Nilai Kebangsaan”(Imam Mas’udi)
“Nilai-Nilai Kebangsaan”(Imam Mas’udi)
Psikologi bangsa kita selain terbentuk dari yang diturunkan oleh nenek moyang juga oleh nilai Budha dan Hindu serta Islam begitu juga Kristen. Budha dan Hindu identik dengan abdi kaula gusti (kerajaan), pencarian jati diri dan kebenaran yang juga begitu identik dengan Islam dengan konsep daulah Islamiyah yang dibawa oleh para pedagang dari timur yang tidak mengenal kata demokrasi liberal. Adapun agama Kristen hadir dengan sistem modern yang muncul pada era kolonial Belanda.
Semua bermuara dari otoriterisme nilai universal karena agama mempunyai kitab dan sabda nabi, sistem yang digerakkan baik di kerajaan maupun di daulah islamiyah adalah bermuara dari ‘ilham’ atau hasil renungan yang mendalam oleh para bangsawan dan petinggi di atas tahta. Jadi otoriter yang dimunculkan di sini bukan otoriter egoisme dan kearoganan (sa’ karepe atau istilah kita apo jare si anu).
Demikianlah kalimat penghantar untuk membahas nilai-nilai kebangsaan. Untuk memahami nilai dapat diawali dengan memahami bangsa Indonesia yang memiliki sifat lestari, cita-cita sehingga mampu mengatasi masalah arus global. Bahwa, masyarakat kita pula berbentuk, yang terpisah, dan dengan memiliki pengalaman sejarah yang cukup panjang sehingga menghasilkan nilai-nilai kebangsaan (instrinsik) di dalam menghadapi masalah global.
Demikianlah kalimat penghantar untuk membahas nilai-nilai kebangsaan. Untuk memahami nilai dapat diawali dengan memahami bangsa Indonesia yang memiliki sifat lestari, cita-cita sehingga mampu mengatasi masalah arus global. Bahwa, masyarakat kita pula berbentuk, yang terpisah, dan dengan memiliki pengalaman sejarah yang cukup panjang sehingga menghasilkan nilai-nilai kebangsaan (instrinsik) di dalam menghadapi masalah global.
Bangsa dan masyarakat merupakan konsensus dasar nasional. Dimana, dalam perspektif historis memiliki 2 ciri bangsa, yaitu di saat bangsa belum menegara dengan indikasi: budaya bahasa melayu, bhineka tunggal ika, dan sumpah pemuda. Keuda, bangsa telah menegara dengan indikasi; tetapkan falsafath, dan konstitusi, bentuk negara kesatuan, dan semboyan kebangsaan (Bhineka Tunggal Ika). Dengan semboyan ini, sekalipun ada ancaman disintegrasi namun republik indonesia (RI) tetap utuh. Menurut perspektif sosiologis memiliki masyarakat multikultur dengan identifikasi; sentimen-sentimen pokok – konflik sosial, menuntut kesetaraan – saling menerima, menghargai, dan saling bantu. Kolonial – mayoritas dan minoritas. Dan perlu nilai-nilai yang diterima dan diakui; bersama – bangsa Indonesia. Apa sesungguhnya multikulturalisme? Yaitu bangsa indonesia yang terdiri dari suku, agama dan Ras. Multikuluturalisme sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan.
Dari diskusi seminar dikatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang dianut oleh bangsa indonesia dimaknai dengan sesuatu yang penting menyangkut baik dan buruk, pandangan, dan nilai hasil seleksi perilaku. Adapun jenis nilai yang dimaksud di atas adalah nilai tercernakan, dan nilai dominan. Sedangkan, hakikat nilai kebangsaan berarti prinsip-prinsip moral, yaitu sifat dan sikap, serta cermin jati diri. Pemantapan nilai kebangsaan sangat penting untuk yakin dengan nilai: kebenaran falsafah pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan ajaran untuk menghargai sesama.
Konsensus dasar nasional di atas memiliki sumber nilai: falsafath bangsa pancasila, sebagai dasar negara (ideolo, dan pandangan), UUD NRI 1945, NKRI, sesanti bhineka tunggal ika. Ciri-ciri falsafah negara: religius, prinsip-prinsip kemanusiaan, utamakan persatuan, utamakan musyawarah, upayakan keadilan sosial. Jiwa kehidupan bangsa Indonesia; prinsip-prinsip kemerdekaan, gambaran cita-cita nasional dan tujuan nasional, falsafah bangsa sebagai pondasi bangunan negara, dan atas berkat dan rahmat tuhan. Sebagai pilihan ragam hidup/wadah beragama: konsensus politik, dan menjadi kuat dalam kesatuan, serta menyatukan keterpisahan geografik. Terakhir hakikat hidup manusia; Bagian kecil dari ciptaan tuhan, yang berbeda-beda, Satu ciptaan untuk berbakti kepada tuhan, Kemerdekaan dan kedaulatan diperjuangkan dengan pengorbanan, dan hadapi tantangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar