Review Materi 7
“Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Mendatang”
(Imam B. Prasodjo)
“Membangun Kapasitas dan Karakter Pemimpin Bangsa di Masa Mendatang”
(Imam B. Prasodjo)
Dulu pemimpin muda-muda, kenapa sekarang kok pemimpin tua-tua? Sehingga terjadilah devisit kepercayaan publik. Negara abnormal hanya bisa dipimpin oleh pemimpin yang abnormal. Supaya dipercaya, kita harus memiliki kapasitas dan karakter. Karakter adalah keterampilan membaca masalah, sedangkan karakter menentukanpenyelesaian masalah. Analogiya; ada dompet hilang. Kita pasti tahu ada berapa uang di dompet tersebut. namun, pertanyaannya adalah, apakah kita mau mengembalikan dompet itu pada pemiliknya atau diamankan? Juga, pemimpinharus memiliki kapasitas dan karakter. Analoginya; ada sopir taxi yang mahir, tapi menjadi percuma apabila kemahirannya untuk menipu penumpang dengan mengajaknya keliling sebelum sampai tujuan. Sebaliknya, ada sopir yang baik dan jujur, tapi tidak punya kemahiran mengendarai taxi maka akan membahayakan penumpang.
Pemimpin diartikan sebagai kemampuan mengadakan kegiatan terencana jangka panjang untuk mengadakan perubahan nyata dengan memberikan motivasi. Analoginya; ada ikan satu diikuti oleh banyak ikan dibelakangnya. Dan ada orang lari, kemudian diikuti oleh orang banyak di belakangnya. Yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua pengemudi dapat memetakan jalan, karena pekerjaan itu hanya dapat dilakukan oleh pemimpin.
Perbedaan pemimpin, manager, dengan administrator. Kalau pemimpin itu banyak berkutat pada pembuatan visi. Sedangkan manajer hanya sebagai pelaksana dari vision. Adapun administrator banyak bertindak dalam maintenance. Ada istilah, “the right massage from the good massager”
Indonesia yang multikulturalisme memiliki tingkatan perbedaan, yaitu: state, modern state, nation; ethnic, dan adat, ethnic, ras, relegion, dan class. Bangsa Indonesia harus memiliki ethnonation yang berarti rasa kebangsaan. Ada istilah lain yaitu multiple expression berarti aneka suku bangsa dan adat, budaya, semangat kebersamaan dan finansial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar