Jumat, 28 Juni 2013

Materi 4
“Integritas dalam melawan Korupsi”(Inne F)

Film yang berjudul “Selamat Siang Risa” yang disutradarai oleh mba Ine telah ditayangkan di acara pelatihan kepemimpinan bagi penerima beasiswa LPDP. Dalam film tersebut, saya menangkap dari setiap adegannya adalah kegiatan suap, kebijakan pemerintah tentang beras pada tahun 1974, demo Tritura, penimbunan, penegak hukum menerima suap di tempat, birokrasi yang kurang sehat. Di sisi yang berbeda, ada seorang suami/bapak yang bekerja di dalam kantor di sebuah instansi yang mengelola beras memiliki istri yang sangat prihatin dengan 2 anak dengan segala keinginannya, dan tidak menyesali kesalahan dan kebodohan sampai mati, inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (kembali kepada pencipta). Di dalam potret kehidupan metropolitas Jakarta menggambarkan ketidakdisplinan, dan macet.

Prinsip yang dibangun dalam melawan korupsi adalah memiliki integritas di dalam sistem yang bersih dan baik, serta menegakkan hukum setegak-tegaknya. Integritas tersebut sudah diterapkan oleh pak Woko sebagai pemeran utama di film “selamat siang risa”. Walaupun dalam kemiskinan, pak Woko tidak tergiur untuk melakukan korupsi dengan menerima suap yang diberikan oleh pengusaha cina kaya dalam menimbun beras. Meskipun dalam keseharian di kantor, pak Woko sering melihat atasannya (pemimpin) menerima suap dari pengusaha. Tapi, pak Woko tidak melakukan hal tersebut, sekalipun gudang berasnya kosong yang akan digunakan pengusaha tadi, dia tetap kekeuh dengan prinsipnya dengan mengatakan, “mungkin saja saya bodah dan salah, tetpai kesalahan dan kebodohan tersebut tidak akan saya sesali sampai mati”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar